Human Trafficking adalah Perekrutan, pengiriman,
pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau
penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan,
kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau
menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai
wewenang atas orang lain. Atau secara
kasarnya, kita bias sebut dengan Perbudakan. Perbudakan
mungkin sudah tidak lazim terdengar bagi kita, karena masa perbudakan sudah
lama lewat dan masuklah ke zaman dimana seharusnya semua derajat sama.
Perbudakan merupakan perlakuan keji yang membuat seseorang diperlakukan semena
mena, diperjual belikan, hal
kejam yang sangat kontradiktif dengan zaman yang modern ini. Saya pribadi
sangat sangat menentang adanya perbudakan, kenapa? Menurut pemikiran saya,
untuk apa hal seperti itu dilakukan? Meskipun kita mempunyai kekuasaan yang
besar, haruskah kita melakukan hal keji seperti itu? Tentu tidak. Kita sudah
mengenal dengan hukum “simbiosis mutualisme” yang dimana hubungan antara 2
individu/kelompok yang bekerja sama untuk saling menguntungkan. Bukankah itu
lebih baik? Secara mudahnya adalah, kita membutuhkan servis mereka dan mereka
mebutuhkan uang kita, maka kita saling menguntungkan tanpa adanya paksaan.
Bukankah itu lebih baik daripada perbudakan yang hanya menguntungkan satu pihak
dan merugikan pihak lainnya? Andai saja ada seseorang yang sudah menyadari hal
ini dari dulu, mungkin kehidupan di dunia sudah lebih baik sejak zaman dulu,
tidak ada perbudakan, pemaksaan, dan merugikan pihak yang lemah.
Masih saja ada orang yang memanggil “negro” kepada kulit hitam yang tentunya itu akan sangat
menyindir orang tersebut, memanggil sipit kepada orang asia, khususnya jepang atau cina dsb. Dan bahkan ada panggilan untuk anag negri yang dimana kita di panggil Indon. Walaupun terkesan sepele, Julukan yang memancing amarah ini harus ditegakkan dengan serius, ini sudah melanggar hak dan melanggar hukum. Tuhan menciptakan kita sama, dan tidak ada yang berhak mengolok olok perbedaan yang diciptakan Tuhan ini. Kita diciptakan sama, dan menginginkan hal yang sama juga, hidup berdampingan dengan tujuan menata dunia ini lebih baik lagi pasti akan terasa lebih indah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar