Rabu, 27 November 2013

Review Website Gunadarma


Sebagai pelajar di era globalisasi dan modern, para pelajar khususnya mahasiswa pasti sudah akrab dan terbiasa menggunakan internet sebagai sumber untuk mencari perkembangan informasi. Maka dari itu Universitas Gunadarma meluncurkan website resmi agar para Mahasiswa/i gunadarma mendapat informasi dengan lebih mudah. Saya akan memberi tanggapan tentang salah satu bagian dari web Gunadarma yang yaitu web studentsite gunadarma. Pada web studentsite Gunadarma ini, saya memberikan nilai 4 dari 5. Kenapa? Berikut akan saya berikan alasan atas penilaian saya dalam beberapa aspek, sebagai berikut:
1. Tampilan
Dari segi tampilan, studentsite gunadarma memiliki tata letak informasi yang simple, tetapi penuh akan warna. Sehingga para pengunjung tidak akan kesulitan mencari informasi dan tidak akan merasa kosong karena situs yang cerah akan warna. Saya rasa situs ini nyaris sempurna dalam tampilan.
2. Isi
Bagian “isi” merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah situs. Dalam hal ini, gunadarma memiliki isi situs yang cukup baik dan up to date. Apalagi mengingat situs studentsite gunadarma memiliki tanggung jawab yang besar karena para pelajar gunadarma akan selalu terpaku terhadap situs ini untuk mencari informasi tentang jadwal perkuliahan, hasil IP dll.
3. Segi Manfaat
Studentsite Gunadarma merupakan salah satu point penting dan memiliki manfaat yang besar bagi pelajar gunadarma. Studentsite adalah tempat untuk mencari informasi tentang jadwal perkuliahan, hasil IP dll.
Ketiga aspek inilah yang membuat saya memberikan nilai 4 dari 5 kepada situs studentsite gunadarma ini. Secara keseluruhan, situs ini memiliki nilai yang nyaris sempurna.

Pro Kontra Miss World di Indonesia


Seluruh Indonesia menjadi gempar ketika mendengar berita resmi yang mengungumkan bahwa Miss World 2013 akan diadakan di Bali, Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia, apa reaksi kita terhadap hal tersebut? Bangga atau prihatin? di satu sisi kita merasa bangga karena seluruh mata dunia akan tertuju pada kita. Nama Indonesia akan berkibar di seluruh penjuru Dunia. Akan tetapi di satu sisi kita merasa prihatin karena pergelaran Miss World sangat sangat jauh dari budaya kita, terlebih lagi negara kita yang mayoritas penduduknya Muslim ini. Pergelaran Miss World sangat melenceng dari ajaran Islam. maka terjadilah pro dan kontra dari sebagian pihak.

Saya pribadi adalah orang yang kontra terhadap pergelaran Miss World 2013. Secara logika, acara ini merupakan acara yang menimbulkan banyak hal positif, menimbulkan kebanggaan yang mendalam ketika acara sebesar itu memilih Indonesia sebagai tuan rumah. Terlebih lagi kita mempunyai Bali yang mempunyai daya tarik besar terhadap warga dunia, derajat negara kita akan naik dan mendapat apresiasi besar dari negara negara lain.
Tetapi, tidakkah kita memikirkan sisi negatifnya? menurut saya pribadi, Sisi negatif dari Miss World 2013 tidaklah sebanyak sisi positifnya. Tetapi, sisi negatif itulah yang merupakan dampak fatal, dampak yang membuat saya turut tidak mendukung pergelaran acara ini. Apakah itu? Tradisi dan budaya kita. Tradisi dan budaya kita sama sekali bertentangan dengan tradisi dan budaya dari pergelaran Miss World 2013. Kita yang mayoritasnya adalah masyarakat Muslim, dan tidak terbiasa dengan tradisi dan budaya barat pastinya akan sulit menerima hal ini. Mungkin Sebagian negara akan mengangkat topinya untuk kita, meberikan respect yang besar kepada kita karena menjadi tuan rumah dari acara yang sangat berkelas dan sebesar Miss World 2013, nama Indonesia akan berkumandang di segala penjuru dunia. Bali yang merupakan tempat incaran para turis juga akan semakin meluas namanya. Akan tetapi, sebagian nama akan membuang respectnya kepada kita karena keberanian kita menghianati budaya dan tradisi yang telah kita jaga dari dulu. Terlebih lagi kita juga akan mencoreng nama baik kita sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, negara yang memiliki aturan akan beragama yang kuat. Sungguh memalukan.

Kerukunan Hidup Beragama dan Sekte Sesat

Mempunyai suatu keyakinan terhadap Tuhan dan mempunyai agama merupakan kewajiban dan syarat untuk hidup di negri ini. seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki Agama yang beragam, sebut saja Islam, Kristen Katholik, Kristen Protestan, Budha, Hindu. Diluar ke lima agama tersebut, maka dianggap sesat! begitulah kebijakan di Indonesia. Dengan keberegaman tersebut, masyarakat indonesia hidup cukup rukun. Saling menghargai adalah salah satu kunci rukunnya keseharian walaupun mempunyai perbedaan keyakinan. Walaupun mungkin memang masih saja ada orang yang cukup (maaf) bodoh untuk mempermasalahkan perbedaan keyakinan pada kehidupan sehari hari. Orang non Muslim menghargai hari besar Muslim, begitu juga sebaiknya. Kita sudah memegang prinsip "Bhineka Tunggal Ika" yang merupakan ciri khas orang Indonesia sejak dulu yang dimana merupakan modal besar untuk hidup berdampingan meski berbeda seperti ini, beruntungnya kita.
Namun seperti halnya pernyataan diatas, diluar dari kelima agama tersebut, maka dianggap sesat! inilah yang jadi perbincangan kita. Ada banyak agama yang melenceng dari kelima Agama tersebut, hal yang disebabkan orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan dan menyesatkan orang yang lemah imannya agar bisa menjadi pengikutnya dengan tujuan pribadi. Sungguh merupakan hal yang keji dan memalukan. Mungkin kita pernah mendengar berita tentang Ahmadiyah, Aliran sesat yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Aliran ini berbasis islam, tetapi sudah di modifikasi oleh Mirza Ghulam Ahmad. Terlebih lagi sang pendiri mengakui bahwa dirinya adalah nabi ke 26. Padahal sudah jelas dikatakan di Alquran bahwa Muhammad SAW adalah nabi ke 25 dan terakhir di muka bumi.




 Namun anehnya, aliran sesat ini memiliki banyak penganut yang sudah rapuh imannya dan dibawa lari dari jalan yang benar. Hal ini haruslah ditindak lanjuti, aliran sesat merupakan perkara serius yang dapat membahayakan manusia itu sendiri. Manusia tanpa agama saja sudah menjadi perkara serius, apalagi manusia yang beragama sesat. Mengikuti ajaran sesat saja sudah melanggar hukum, apalagi mendirikannya.
Ahmadiyah merupakan satu dari sekian banyak agama sesat yang ada di dunia. Coontoh yang lain adalah, tentu kita pernah mendengar nama "Diego Armando Maradona". Yak, pemain sepakbola tahun 80-an tersebut memang memiliki popularitas yang cukup besar karena kehebatannya dalam mengolah si kulit bundar, dia memiliki julukan raja sepakbola, dewa lapangan dll, terlebih dia cukup dikenal dengan "gol tangan Tuhan" miliknya. Namun dari yang awalnya hanya julukan, kini menjadi nyata. Popularitas yang sangat sangat tinggi membuat banyak orang yang memujanya, bahkan sekitar kurang lebih 1000 orang mendirikan sebuah agama yang bernama "Agama Maradona". Mereka menganggap Maradona adalah Tuhan, sebuah hal konyol yang sangat tidak masuk akal tetapi mereka tetap menerimanya. Sungguh sangat menyedihkan.




Kesimpulan, dengan pemikiran yang bersih dan sikap saling menghargai, maka akan terwujudlah hidup yang rukun antara beragama di negri ini. Dan memperdalam ilmu Agama adalah merupakan kewajiban agar kita terhindar dari manusia keji yang menyebarkan ajaran ajaran yang melenceng demi kepentingan pribadi.

Human Trafficking, Perbudakan dan Rasisme

Human Trafficking adalah Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain. Atau secara kasarnya, kita bias sebut dengan Perbudakan. Perbudakan mungkin sudah tidak lazim terdengar bagi kita, karena masa perbudakan sudah lama lewat dan masuklah ke zaman dimana seharusnya semua derajat sama. Perbudakan merupakan perlakuan keji yang membuat seseorang diperlakukan semena mena, diperjual belikan, hal kejam yang sangat kontradiktif dengan zaman yang modern ini. Saya pribadi sangat sangat menentang adanya perbudakan, kenapa? Menurut pemikiran saya, untuk apa hal seperti itu dilakukan? Meskipun kita mempunyai kekuasaan yang besar, haruskah kita melakukan hal keji seperti itu? Tentu tidak. Kita sudah mengenal dengan hukum “simbiosis mutualisme” yang dimana hubungan antara 2 individu/kelompok yang bekerja sama untuk saling menguntungkan. Bukankah itu lebih baik? Secara mudahnya adalah, kita membutuhkan servis mereka dan mereka mebutuhkan uang kita, maka kita saling menguntungkan tanpa adanya paksaan. Bukankah itu lebih baik daripada perbudakan yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya? Andai saja ada seseorang yang sudah menyadari hal ini dari dulu, mungkin kehidupan di dunia sudah lebih baik sejak zaman dulu, tidak ada perbudakan, pemaksaan, dan merugikan pihak yang lemah.



Nah beralih ke rasisme. Apa itu rasisme? Rasisme merupakan kata lain dari diskriminasi. Rasisme adalah perilaku menerima atau menolak seseorang berdasarkan (atau setidak-tidaknya dipengaruhi oleh) keanggotaan kelompoknya. Prasangka dan diskriminasi tidak selalu identik, seperti juga kombinasi antara sikap dan prilaku. Bisa timbul sejumlah prasangka dengan sedikit diskriminasi, terutama bila terdapat larangan resmi yang tegas tentang perilaku diskriminasi. Mungkin masih ada diingatan kita kisah heroik nelson Mandela yang membasmi rasisme di negaranya. Tidak ada lagi perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih. Semua sama dan mendapatkan hak yang sama. Seharusnya tidak ada lagi perlakuan rasisme di dunia ini. Namun kenapa masih saja hal ini terjadi? 






Masih saja ada orang yang memanggil “negro” kepada kulit hitam yang tentunya itu akan sangat 
menyindir orang tersebut, memanggil sipit kepada orang asia, khususnya jepang atau cina dsb.  Dan bahkan ada panggilan untuk anag negri yang dimana kita di panggil Indon. Walaupun terkesan sepele, Julukan yang memancing amarah ini harus ditegakkan dengan serius, ini sudah melanggar hak dan melanggar hukum. Tuhan menciptakan kita sama, dan tidak ada yang berhak mengolok olok perbedaan yang diciptakan Tuhan ini. Kita diciptakan sama, dan menginginkan hal yang sama juga, hidup berdampingan dengan tujuan menata dunia ini lebih baik lagi pasti akan terasa lebih indah.

Kondisi Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia

Berbicara mengenai hukum di indonesia tidak akan ada habisnya, baik itu penegakan keadilan hingga kontroversi dalam penegakan keadilan. Apa yang terlintas dalam pemikiran kita jika mendengar kata “hukum” ? sebagian dari kita akan ada yang mengerutkan dahi dan menggelengkan kepala, mengingat betapa kacaunya hukum dan penegakan keadilan di Indonesia. Mengapa kita bisa langsung memvonis bahwa hukum di negara kita kacau? Apakah memang seperti itu adanya? Atau malah memang hukum di negara kita memang kacau seperti yang kita dengardan kita ketahui? Saya mempunyai dua buah pemikiran yang akan saya bahas disini.
Mari kita buka pemikiran yang pertama, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya keadaan hukum di Indonesia sudah baik dan jujur adanya, hanya saja kita terlalu terpaku dengan media yang sangat ‘hobi’ mencari kelemahan hukum di indonesia dan menyebar luaskan kesalahan dengan cara berlebihan. Tidak ada yang sempurna di dunia, begitu juga dengan hukum dan penegakan keadilan. Media terlalu mengekspos kesalahan yang terjadi di dunia hukum dan penegakan keadilan. Sebagai contoh, media terlalu sering mengungkap sisi gelap hukum di kalangan koruptor. Membahas kegagalan para penegak hukum yang gagal mengungkap perkara korupsi yang terjadi di Indonesia, mengungkap kemenangan para koruptor atas penegak hukum. Sehingga mebuat kita berpikir bahwa hukum di negri ini sudah jatuh terlalu dalam dan penegakan hukum hanya sebagai angin lalu. Sedangkan hanya sedikit media yang mengekspos keberhasilan para penegak hukum yang berusaha mati matian menyelesaikan kasus keji ini. Memang hal ini membuktikan bahwa koruptor memang ada, tetapi juga membuktikan bahwa penegak keadilan tidak mau diam. Kurangnya apresiasi media terhadap keberhasilan para penegak hukum ini mengakibatkan rakyat indonesia yang mayoritasnya masih awam dengan keadaan hukum dan penegakan keadilan akan bereaksi “biasa saja” ketika penegak keadilan memenjarakan koruptor, dan membuat masyarakat murka ketika koruptor masih berkeliaran di negri ini. Andai saja pemberitaan di media ‘seimbang’ antara kegagalan dan keberhasilan para penegak hukum dalam hal penegakan hukum, tentunya takkan ada lagi yang menyepelekan hukum kita dan memandang rendah para penegak hukum di Indonesia.
Nah, mari kita beralih ke buah pemikiran kedua. Bisa saja bahwa negara ini memang sudah roboh fondasi “hukum”nya, dan para penegak keadilan yang jujur dan bersih hanya bisa dihitung dengan jari.  Inilah yang menjadi buah pemikiran sebagian besar masyarat di indonesia. Tentunya masyarakat tidak berfikir seperti ini tanpa alasan. Mereka sudah melihat bukti para pelanggar hukum yang mendapat hukuman tidak setimpal atas perbuatannya, mereka melihat para penegak hukum yang melanggar kewajiban pekerjaannya. Apa faktor utama terjadinya hal seperti ini? jawaban klasik: kekuasaan. Ya kekuasaan sudah memegang sebagian dari hukum dan penegakan keadilan di negri ini. Sebagai contoh, Gayus Tambunan, sang pidana korupsi yang menggunakan kekuasaanya agar bisa leluasa dan hidup layaknya masyarakat biasa meskipun sedang masa tahanan. Lalu ada beberapa Pejabat yang menggunakan kekuasaanya dan menyulap ruang tahanan yang jelek menjadi kamar layaknya hotel dan dilengkapi dengan fasilitas yang “wah”. Kita tidak bisa menyalahkan para terpidana yang menggunakan kekuasaanya, karena memang itulah sifat keji yang sudah melekat pada mereka. Para  penegak hukum lah yang mutlak berdosa atas kejadian ini.


Dari dua buah pemikiran tersebut dapat kita simpulkan bahwa Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia memiliki sisi positif dan negatifnya. Tidak ada satupun hal yang sempurna di Dunia ini, termasuk Hukum dan Penegakannya. Tidak semua Hukum di Indonesia di jalankan dengan benar, namun tidak semua hukum bisa dilanggar. Tidak semua Penegak Hukum di Indonesia bisa dijajah oleh kekuasaan terpidana, namun tidak semua Penegak Hukum menjadi manusia yang diharapkan rakyat, bersih dan jujur.

Kamis, 31 Oktober 2013

Peran Pemuda Dalam Membangun Bangsa

Disadari atau tidak, sesungguhnya pemuda adalah aktor utama dalam aspek pembangunan bangsa ini menjadi lebih baik. Mungkin bila kita mendengar kata "Membangun Bangsa" pikiran kita akan langsung mengacu kepada tokoh negara seperti Presiden, Gubernur, Walikota, pejabat, dsb. Namun tersadarkah oleh kita bahwa sesungguhnya para tokoh tokoh pembangun dan pemaju negara tersebut juga berawal dari kaum pemuda? Pastinya mereka juga mengawali karir mereka sebagai seorang pemuda awam yang tidak menahu soal politik dan pembangunan negara. Namun dengan kerja keras mereka, mereka mulai paham dan sangat menguasai ilmu ilmu yang menjadi modal awal mereka untuk memajukan negri ini. Hal itulah yang akan menjadi panutan kita sebagai pemuda di zaman sekarang. Tentunya Seorang Presiden, Gubernur dll tidak akan bisa bekerja untuk selamanya, Mereka akan mencapai titik dimana mereka harus berhenti dan membutuhkan penerus untuk memajukan bangsa ini.
Pertanyaannya, siapakah penerus para tokoh tersebut nantinya? Para pemuda saat inilah jawabannya! Di zaman yang merdeka ini, para pemuda tidak perlu berperang lagi dan menumpahkan darah untuk mempertahankan kedaulatan bangsanya. Apa yang harus dilakukan para pemuda saat ini adalah mencari ilmu positif sebanyak banyaknya dan mempersiapkan diri untuk menjadi penerus para tokoh pembangun negara kelak. Peran pemuda dalam membangun negara tidak akan berefek jika pemuda itu sendiri tidak mempunyai modal untuk memajukan negara ini. Para pemuda hanya membutuhkan etos kerja yang tinggi dan semangat juang yang besar dalam mempersiapkan dirinya. Terlebih lagi kita didukung oleh hak yang mengharuskan kita mendapatkan pendidikan 9 tahun. Pendidikan 9 tahun sudah cukup untuk menyulap para pemuda dari seorang manusia yang awam menjadi seseorang yang siap untuk membangun negara ini. Terlebih lagi jika didukung oleh pendidikan lanjutan seperti perguruan tinggi.
Peran pemuda dalam membangun negara memang di awali dari hal kecil, namun seiring berjalannya waktu peran para pemuda akan menjadi aspek yang paling berpengaruh dalam pembangunan negeri ini. Dan cepat atau lambat, pemuda yang berawal dari 0 akan menjadi seseorang yang tidak ternilai harganya dan akan sangat sangat dibutuhkan untuk membangun negeri tercinta kita ini.

Makna Sumpah Pemuda Bagi Pemuda Saat Ini & Kondisi Pemuda Saat Ini


Apa arti sumpah pemuda bagi pemuda saat ini? bagaimanakah pandangan pemuda di zaman sekarang? Apakah ada perbedaan makna “sumpah pemuda” yang diutarakan oleh pemuda zaman dulu dengan sekarang?” Mungkin itu menjadi sebuah pertanyaan dan perbandingan yang cukup besar di masa ini. seperti yang kita tau, sumpah pemuda tidak mengalami perubahan tulisan sampai zaman sekarang, sumpah pemuda yang dulu dengan sekarang masih sama, hanya saja, cara berpandang kita yang berbeda. Pemuda di zaman sekarang mengalami penurunan keteguhan dan kekokohan terhadap sumpah pemuda sekarang, sangat jauh berbeda dengan pemuda di zaman dulu.
Apa alasan yang logis terhadap peristiwa ini? mungkin ada yang menyangkal dengan alasan “pemuda di zaman sekarang tidak mengalami masa penjajahan dan tidak tau bagaimana sulitnya memperjuangkan kemerdekaan, Sehingga mereka menganggap Sumpah Pemuda hanyalah hal sepele yang sekedar wajib untuk diingat namanya saja”. Namun justru itu menjadi sebuah alasan yang sangat sangat tidak bisa diterima. Coba kita logika kan kembali, bukankah berkat mereka yang berjuang dulu kita bisa hidup damai, aman dan sejahtera seperti sekarang? Mereka berjuang demi kehidupan rakyat indonesia yang lebih layak, hingga seperti yang kita dapatkan sekarang ini. Bukankah hal tersebut dapat menjadi pedoman kita untuk menghormati jasa jasa mereka dulu? Sumpah Pemuda merupakan hasil dari jerih payah mereka dan merupakan sebuah warisan bagi kita para generasi penerus agar dapat terus memajukan Indonesia. Sesungguhnya pemuda zaman sekarang dengan pemuda pada masa dulu tidak memiliki perbedaan, kita sama sama mencintai negri ini dan ingin memajukannya. Namun mengapa sumpah pemuda mengalami degradasi kekokohan terhada sumpah pemuda? Hanya kita sebagai pemuda generasi sekaranglah yang bisa menjawabnya.